suatu malam, saya pernah berjanji akan berhenti menghitung.
berapa banyak hari demi hari,
detik demi detik–yang saya lalui dengan membunuh segala hal tentang kamu.
menghitung berapa banyak rindu yang mengendap.
menghitung berapa kali dalam setiap bulan, minggu bahkan hari–pikiran saya tertuju pada satu rumah; kamu.
menghitung berapa banyak cinta yang terus tumbuh namun dengan sekuat tenaga saya pangkas habis. Supaya saya tetap bisa hidup.
saya berhenti menghitung, namun saya tidak berhenti mencintai kamu.
bagaimana bisa?
Bandung, 2 November 2017
Wida.
Thursday, 2 November 2017
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Percakapan Dini Hari
"Partikel. Kamu kenapa suka sekali tokoh Zarah Amala?" "Dia pemberani." Sambil melihat halaman demi halaman buku yan...
-
Aku diam Kamu diam Kita sama-sama menjadi pendiam Ini salahku, aku sadar penuh Aku terlalu jatuh padamu Mendahului kehendakNya Aku sombong...
-
"Partikel. Kamu kenapa suka sekali tokoh Zarah Amala?" "Dia pemberani." Sambil melihat halaman demi halaman buku yan...
-
Begitu ujar Ayahku dalam mimpi. Dahulu, sebelum datang sebuah mimpi yang entah pertanda apa. Saya, adalah pecandu mimpi. Tidak jarang mul...
No comments:
Post a Comment